Thursday, 12 November 2015

Review: Dilan 2 'Dia Adalah Dilanku Tahun 1991'

Para penggemar novel Dilan pasti akrab kan dengan quote dari Pidi Baiq tersebut. Nah, kalau Yangmuda penasaran gimana kelanjutan kisah Dilan dan Milea, semua akan terjawab di novel Dilan 2!.
Novel Dilan pertama, yang berawal dari postingan di blog Pidi Baiq jadi booming dan punya banyak fans. Anak muda pasti jatuh cinta juga 'kan sama Dilan? Gimana engga, siapa lagi coba cowok yang bisa ngomong gini, "Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja." (Dilan 1990).
Setelah setahun dari jilid pertama, akhirnya awal Juli kemarin, novel kedua Dilan diterbitkan nih Anak muda! Kayak apa ya isi ceritanya?
Setelah melalui proses PDKT yang super lucu dan bikin kita gemes, akhirnya pasangan favorit Dilan dan Milea jadian, yeay! Di awal-awal cerita, kita bakalan ikut ngerasain senengnya masa pacaran mereka berdua, bahkan bikin kamu senyum-senyum sendiri.
Dilan masih tetap sama, masih pintar, aneh, dan jadi anak motor. Walaupun sudah berkali-kali dilarang Milea, Dilan kekeuh engga mau keluar dari gengnya tersebut. "Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka akan sholat pada waktu ujian praktek Agama." kata Dilan. (kalau dipikir-pikir, ya bener juga ya guys! hahaha).
Well, yang namanya masa pacaran, pasti ada ups and downs-nya. Begitu juga dengan kedua tokoh ini. Masa-masa pengenalan dan kompromi akan sikap dan sifat satu sama lain mulai menemukan pertentangan. Puncaknya adalah Dilan yang terancam dipecat dari sekolah karena berantem dengan Anhar, teman sekolah mereka, karena membela Milea.
Dilan yang ingin membalas dendam karena dikeroyok kakak Anhar mendapat larangan keras dari Milea. Bahkan Milea mengancam akan putus dari Dilan, kalau Dilan masih tetap ingin menyerang.
Beside that, kalau Kalian bertanya-tanya, kemana Kang Adi yang super annoying dan maksa-maksa jadian sama Milea? Tenang aja, doi udah out di awal-awal cerita, setelah tahu Milea jadian dengan Dilan. Tapi ada masalah baru yang muncul setelah seorang cowok ganteng, Yugo, yang juga saudara jauh Milea datang dan juga menaruh hati pada cewek tersebut.
Percecokan Milea dan Dilan yang engga kunjung berhenti tentang geng motor, masuknya Yugo ke dalam hubungan mereka, sampai perpisahan yang terjadi setelah mereka berdua lulus SMA, bikin kita jadi gemes sekaligus deg-degan sendiri, akhir kayak apa yang bakalan ditemuin Milea dan Dilan? Apa mereka berdua bakal bareng-bareng lagi?
Seperti yang Pidi Baiq bilang di cover novelnya, "Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah." Di novel Dilan 1990, kita seperti diajarkan bagaimana mendapatkan hati. Dan di 'Dilan 1991', Pidi Baiq sekali lagi mengajarkan kita tentang mencintai, mempertahankan, dan merelakan.
'Dilan 1991' merupakan bacaan yang ringan, bahkan buat kamu yang engga suka baca novel panjang. Walaupun halamannya sampai 343, kamu bakal ngerasa larut di dalam cerita khas Pidi Baiq banget, yaitu dengan bahasa sederhana tanpa ada diksi yang "ngejelimet".
So, buat kamu yang lagi nyari novel yang engga berat, tapi sarat akan pelajaran yang keren, novel Dilan 2 ini jadi bacaan yang wajib banget! Bukan cuma berisi kisah cinta-cintaan aja, tapi kalian bakalan ketawa, sedih, terharu, dan ngangguk-ngangguk sendiri bacanya. Because its so related with us!
PS: kata Pidi Baiq, dua novel ini adalah sudut pandang dari Milea, dan mungkin saja nanti Dilan akan menjawab. Jadi tungguin ya Suara Dilan, mudah-mudahan beneran diterbitkan! Selamat membaca, selamat jatuh cinta, berkali-kali, dengan seorang Dilan!

0 komentar:

Post a comment